Di lain hal, teknologi informasi dan komunikasi juga dapat mendorong kita
untuk melihat hal kecil sebagai hal yang dapat dijadikan sebagai sejumlah
peluang yang tersaji di hadapan mata. Karena dengan begitu, maka kita dapat
membalikkan arah imperialisme budaya yang dibawa oleh perkembangan di bidang
tekonologi informasi ini, menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Namun, di samping semua itu, kita tidak bisa pula menipu diri akan
kenyataan bahwa era teknologi informasi dan komunikasi mendatangkan malapetaka
dan kesengsaraan bagi kehidupan kita. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu
sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif perkembangan
teknologi ini terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun teknologi informasi
mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti
teknologi informasi sinonim dengan kebenaran. Sebab hal tersebut hanya mampu
menampilkan kenyataan. Sedangkan kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari
sekedar kenyataan obyektif. Tentu saja teknologi informasi dan komunikasi tidak
mengenal moral kemanusiaan, oleh karena itu hal tersebut tidak pernah bisa
mejadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan.
Semakin kuatnya gejala “dehumanisasi”, tergerusnya nilai-nilai kemanusiaan
dewasa ini, merupakan salah satu oleh-oleh yang dibawa kemajuan teknologi
tersebut. Bahkan, sampai tataran tertentu, dampak negatif dari peradaban yang
tinggi itu dapat melahirkan kecenderungan pengingkaran manusia sebagai
homo-religousus atau makhluk teomorfis.
Teknologi informasi juga dapat menimbulkan sisi rawan yang gelap sampai
tahap mencemaskan dengan kekhawatiran pada perkembangan tindak pidana di bidang
teknologi itu sendiri yang berhubungan dengan “cybercrime” atau kejahatan
mayantara. Masalah kejahatan mayantara ini sepatutnya mendapat perhatian semua
pihak secara seksama pada perkembangan teknologi masa depan. Karena kejahatan
ini termasuk salah satu kejahatan luar biasa, bahkan dirasakan pula sebagai
kejahatan misterius yang dapat mengancam kehidupan masyarakat. Tindak pidana
atau kejahatan ini adalah sisi paling buruk di dalam kehidupan modern dari
masyarakat akibat kemajuan pesat teknologi dengan meningkatnya peristiwa
kejahatan komputer, pornografi, terorisme digital, “perang” informasi sampah,
bias informasi, hacker, cracker dan sebagainya.
Seperti halnya dengan peristiwa kejahatan mayantara yang menimpa situs
Mabes TNI, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Mabes Polri dan
Departemen Luar Negeri Republik Indonesia merupakan sisi gelap dari kejahatan
teknologi informasi yang memanfaatkan kecanggihan internet. Bukan hanya itu,
situs Microsoft, NASA dan pentagon tidak luput dari para hacker nakal yang
mengacaukan sistem informasi dan data yang dimiliki oleh Amerika Serikat.
Selain itu, kasus pembobolan ATM oleh para hacker nakal juga menjadi salah satu
dampak negatif dari teknologi informasi yang marak terjadi.
Tak dapat juga dipungkiri bahwa dampak negatif dari teknologi informasi
sangat dirasakan oleh kaum pelajar. Banyaknya pelajar yang terlena dengan
fasilitas website hiburan dari teknologi informasi seperti facebook, chatting,
twitter dan sebagainya, membuat mereka menyampingkan kewajibannya, bahkan
mereka menjadikan hal tersebut sebagai hobi yang dilakukan tanpa mengenal
waktu. Konsekuensinya, para pelajar akan menjadi malas dan semakin membutakan
kesadaran mereka tentang pentingnya sadar teknologi.
Inilah sebenarnya sisi paling buruk yang tidak dapat dihindarkan dan
disembunyikan dari kemajuan teknologi informasi dewasa ini. Oleh karena itu
kita harus berhati-hati terhadap dampak negatif yang ditimbulkan, karena dampak
negaitf tersebut dapat mengubah paradigma pelajar dalam menghadapi era
teknologi informasi dan komunikasi.
Bagi pelajar Indonesia, sebagai generasi pelanjut tidak akan luput dari
pengaruh perkembangan buruk teknologi informasi dewasa ini maupun masa depan.
Masalah ini perlu ditanggulangi supaya tidak menjadi hal yang dapat menjadi
ancaman bagi para pelajar dalam mencapai masa depan mereka.
Akan tetapi, janganlah kita mencemaskan perkembangan teknologi informasi
dan komunikasi ini. Pandai-pandailah kita memanfaatkan media ini dan memilih
yang bernilai positif. Ambillah hal yang perlu dan jadikan hal yang bernilai
negatif sebagai bahan pertimbangan dan perbandingan. Bersikap positiflah
menghadapi perkembangan teknologi informasi ini. perkembangan ini akan memberi
pengetahuan yang banyak dan berguna bagi orang-orang yang dapat memanfaatkannya
secara positif. Jadi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi bukanlah
sesuatu yang perlu dicemaskan tetapi sesuatu yang harus digali manfaatnya.
Dalam menyikapi perkembangan teknologi itu sendiri, semuanya tergantung
dari pribadi kita masing-masing. Karena teknologi informasi dan komunikasi itu
memiliki warna dasar putih. Tergantung dari penggunanya. Apakah kita ingin
membelokkannya ke kiri dengan mengubah warna putih menjadi kehitaman yang
melambangkan sisi negatif teknologi tersebut, atau kita ingin membelokkannya ke
kanan dengan mengubah warna putih menjadi keemasan yang melambangkan sisi
positif dari teknologi informasi dan komunikasi itu sendiri.







0 komentar:
Posting Komentar